Rabu, 14 Juli 2010


Catatan Lukisan Andrew Jack ( 1963 - 2009 )

ZEN, MEDITASI DAN PROSES KREATIF TIMUR
Oleh : Putu Sugih Arta

A

Dalam perjalanan sunyi, sang seniman mencari maknawi kehidupan ia harus berperang dengan sang diri sejati. Perang dalam medan kontemplasi, akan mengubah pemikiran yang konservatif menjadi pikiran terkendali dalam menyongsong perubahan. Karena perubahan itu sendiri, adalah kesejatian abadi di jagad raya. Ada tiga sebab perubahan dalam berkesenian, pertama pola yang merupakan kontruksi dari teori dan pengalaman sehingga pikiran menjdi terbentuk dengan sedemikian rupa untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang timbul akibat keinginan-keinginan manusiawi. Kemudian gerak yang merupakan dinamika yang telah terpola. Dan, terakhir adalah tingkatan-tingakatan yang merupakan tangga pendakian menuju pada puncak harapan.

Seni zen, sebuah ilmu dasar dalam seni yang diyakini oleh komunitas Asia Timur terutama Tiongkok mengalami perkembangan dari abad ke-12 Masehi, selanjutnya seni Zen menjadi popular di dunia berkat jasa Dogen dan Eisai setelah mereka berguru di Tiongkok. Seni Zen dalam pengungkapan karya seni lukis sebagian besar memiliki ciri khas sumi-E dan Enso sedangkan dalam puisi yaitu haiku. Dalam perjalanan penganut seni zen ini berusaha keras untuk mengungkapkan intisari sejati dunia melalui gaya impressionisme yang tak "dualistik".




B.

Aliran seni lukis impresionisme, jelasnya mengambil obyek di luar ruangan. Pada alam bebas dan tak terikat pada bentuk-bentuk khusus. Dan, yang lebih menarik justru aliran ini manakala si pelukis mampu menuangkan hasil karyanya dalam konten kesan yang rumit. Hasil karya sang pelukis mempunyai nilai tinggi.
Lukisan impresionis, bukanlah suatu karya imajinatif, melainkan realistis. Konsepnya, berpulang pada kesan apa yang ditangkap sang pelukis dalam realita yang telah dilakoninya selama proses berkarya.

Oleh karena menangkap kesan pada ruang terbuka maka efek sinar yang menjadi penting tatkala karya lukis impresionis, mengalami penggarapan inten. Begitupula dalam memilih warna, karena selalu setia pada cahaya, maka para pelukis impresionisme sangat menghindari warna gelap. Kata kunci impresionis, adalah obyek alami, sinar dan warna.

Namun, andaikata kita bertutur mengenai karya impresionis Andrew Jack yang berjudul : 3_zen _circle_viii, ada sesuatu yang menarik untuk dibahas, selain unik juga teknik yang ditampilkan cukup piawai dan luar biasa. Karena aura meditasi zen begitu kuat pada lukisannya. Biasanya, seorang penganut seni zen akan selalu bekerja menghadap dinding dengan mata tertutup, hal mana, tentu menciptakan ruang konflik bagi aliran seni impresionis yang bekerja menangkap sinar dan efek warna pada alam terbuka.

Bagi saya sah-sah saja, karena keduanya bermuara pada proses kreatif. Karena, dalam seni zen justru pelakunya diharapkan mampu menangkap sinar murni yang dipancarkan dari inti cahaya, melalui proses prana, mengatur sedemikian rupa ritme nafas sehingga si pelaku akan mengalami proses kesadaran kedua pada lapis kehidupan kedua yang lebih halus.


C.

Menguraikan kembali karya Andrew, yang terkesan abstrak. Namun, pada dasarnya adalah impresionis menurut saya, tidaklah bisa kita lepaskan dengan karya lukis terdahulunya yang melukis potret diri sang istri tercinta yakni, Mis Arwinda Hurip, di mana dalam tematik karya yang ditampilkannya penuh kesan sesaat sehingga karya itu hidup dan berjiwa.

Namun, tatkala ia harus dihadapkan pada pilihan melukis alam ruh yang penuh energi dan putih. Andrew Jack mendapatkan kenyataan, inilah yang terjadi sebenarnya. Wajar. Fenomena. Terbuka.

Penuturannya tentang perjalanan spirit zen tertumpu pada lingkaran gelap yang menjadi pilihannya. Warna gelap (hitam) yang bukan merupakan warna bagi kaum impresionis, justru dalam pemberontakan impresionisnya, naluri yang diisi kekuatan meditasi zen menemukan ‘sebenarnya demikian tapi tidak demikian ’ mengakibatkan ia secara tegas menyimpulkan lingkaran gelap adalah warna.

Andaisaja, dibandingkan dengan gaya impresionis Pierre-Auguste Renoir. Karya impresionis dari Andrew Jack tentang potret diri dalam sudut konvensional, tak terlalu jauh perbedaannya. Bahkan lebih berani, dan cukup menantang.

****dimuat Koran Pak Oles Edisi Juli 2010

1 komentar:

  1. In memoriam Andrew K Jack.

    17 Feb 1963-17 Feb 2009


    oleh Arwinda Hurip

    You choose the colors of the rainbow

    to scatter on canvas and

    along with your music

    you revealed the colors of your heart.



    Before the light of day

    before our next morning

    You stole time and make it

    yours..... ALONE..

    You exit our Dream.





    But my dream had not ended

    and when I arose with the sunlight

    my teardrop became an ocean with no boundary.

    Each lonely morning my teardrops

    arrive and departure as the ocean on

    that Valentine's Day.



    You painted my heart

    with love and sorrow as



    I remember my absent Valentine.

    I write poetry to heal my wounded heart.

    I mourn. I remember and miss

    the painting of yourself you gave me.

    BalasHapus